http/inongbloghukummendel.blogger.com
Modul Lengkap tentang hukum mendel 1 dn 2
PRINSIP HUKUM MENDEL 1 & 2
BY:
RYSKINA FATIMAH SIREGAR
DOSEN
PEMBIMBING : SARTINI BANGUN SPd,M.Kes
D-IV
KEBIDANAN
POLTEKKES
KEMENKES MEDAN 2014/2015
Daftar Isi
· Pendahuluan
Deskripsi Singkat
Relevansi
Tujuan Pembelajaran
Petunjuk
· Kegiatan Pembelajaran
Kata Pengantar
Indikator
Pembelajaran
Latihan Dan Kunci
Soal
Rangkuman
Daftar Pustaka
Deskripsi Singkat, Relevansi, Tujuan Dan Petunjuk
Belajar
Deskripsi Singkat
HUKUM PEWARISAN MENDEL
Hukum
Pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisan sifat pada organisme
yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya 'Percobaan mengenai
Persilangan Tanaman'. Hukum ini terdiri dari dua bagian:
Hukum pemisahan (segregation) dari Mendel, juga
dikenal sebagai Hukum Pertama Mendel, dan Hukum berpasangan secara bebas
(independent assortment) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel.
Hukum Pewarisan Mendel adalah hukum
mengenai pewarisan sifat pada organisme, yang kita kenal dengan hukum segregasi
dan hukum asortasi bebas, yang telah di jabarkan oleh Gregor Johann
Mendel . Mendel mengatakan bahwa pada pembentukan gamet (sel kelamin), kedua
gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan memisah sehingga tiap-tiap
gamet menerima satu gen dari induknya sebagaimana bunyi hukum mendel I, dan
bunyi hukum mendel II, menyatakan bahwa bila dua individu mempunyai dua pasang
atau lebih sifat, maka diturunkannya sepasang sifat secara bebas, tidak
bergantung pada pasangan sifat yang lain.
Relevansi
Anda akan mempelajari teori pewarisan sifat dari Gregor
Johann mendel (1822-1884) dalam karyanya percobaan mengenai persilangan
tanaman. Selain itu, anda juga dapat
mengetahui apa saja
percobaan mendel.
Modul
ini terdiri atas 2 kegiatan belajar. Dalam kegiatan belajar 1 membahas tentang
prinsip hukum mendel pertama. Sedangkan kegiatan belajar 2 membahas tentang prinsip mendel yang kedua.
Tujuan Pembelajaran
Setelah
Melaksanakan Proses Pembelajaran , Siswa Mampu :
1. Agar mahasiswa mengetahui latar
belakang teori mendel.
2. Agar mahasiswa mengetahui hukum
mendel I.
3. Agar mahasiswa mengetahui
hukum mendel II.
4. Agar
mahasiswa mengetahui teori pewarisan sifat.
5. Agar mahasiswa mengetahui
percobaan mendel.
1.
Bacalah
uraian dan contoh pada kegiatan belajar secara detail. Tujuan untuk mengetahui pokok-pokok pikiran yang
diuraikan dalam kegiatan belajar ini.
2.
Setelah
anda mengetahui garis besar pokok-pokok pikiran dalam materi uraian ini,baca
sekali lagi secara lebih cermat.Membaca secara cermat bertujuan untuk
mengetahui pokok-pokok pikiran dari setiap sub pokok bahasan
3.
Untuk
memudahkan anda mencari kembali hal-hal penting seperti prinsip dan konsep
essensial, beri tanda pada konsep dan prinsip penting. Kemudian anda cari hubungan
antara konsep tersebut,sehingga anda memiliki konsep
4.
Bila
anda merasa belom yakin dalam membaca uraian pada kegiatan belajar ini,ulangi
lagi membaca materi kegiatan belajar sekali lagi
5.
Pelajari
cara menyelesaikan soal pada contoh-contoh soal yang diberikan pada kegiatan
belajar ini,caranya adlah sebagiai berikut ini :
a.
Baca
soal yang anda kerjakan
b.
Analisis
materi dalam soal ini dengan menuliskan apa-apa saja yang diketahui dalam soal
ini
c.
Cari
permasalahan atau pertanyaan dari soal tersebut
d.
Buat
kerangka rencan penyelesaian soal
tersebut dengan menukiskan konsep
yang diperlukan dan cari hubungan antarkonsep tersebut
e.
Tuliskan
hasil jawaban anda pada akhir penyelesaian soal
6.
Setelah
anda membaca , mempelajari dan berlatih materi uraian pada kegiatan belajar
pada modul ini, coba selesaikan soal-soal pada tes formatif yang tertulis pada
bagian akhir modul ini tanpa melihat kunci jawaban.
Kata
Pengantar
Puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan Rahmat serta Hidayah-Nya, sehingga modul Biologi Reproduksi dapat
terselesaikan. Mengenai Prinsip Hukum Mendel 1 dan 2. Selain itu juga diharapkan bisa
memberikan wawasan kepada rekan-rekan mahasiswa khususnya mahasiswa D-IV Kebidanan Poltekkes Medan.
Dalam kesempatan ini saya selaku penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dosen Sartini Bangun SPd,M.Kes dan
saya
menyadari sepenuhnya bahwa isi maupun penyajian modul ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan modul ini.
Semoga modul ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.
Medan, 05
Desember 2014
Penulis
Ryskina
Fatimah Siregar
Indikator Pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini mahasiswa mampu :
1. Mengetahui Latar Belakang Teori
Mendel.
2. Mengetahui Hukum Mendel I.
3. Mengetahui Hukum Mendel II
4. Mengetahui Teori Pewarisan Sifat.
5. Mengetahui Percobaan Mendel.
Uraian Materi
Latar Belakang Teori Mendel
Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk
kepada keturunannya. Gregor Johann mendel (1822-1884), seorang
biarawan disebuah biara di Brunn, Austria menyilangkan kacang ercis (Pisum
sativum), kemudian hasil persilangan ditanam dan di amati, mendel melakukannya
selama 12 tahun.
Alasan Mendel memilih kacang ercis sebagai bahan percobaan adalah
:
a. 1. Memiliki pasangan sifat beda
yang mencolok
b. 2. Melakukan penyerbukan sendiri
c. 3.
Mudah dilakukan penyerbukan silang
d. 4. Waktu yang diperlukan untuk menghasilkan
keturunan cepat
e. 5. Mempunyai keturunan banyak
Dalam percobaannya Mendel melakukan perkawinan silang dengan
menyerbukkan sendiri antara dua varietas ercis yang berbeda sebagai
induk-induknya. Turunan hasil perkawinan silang ini disebut hybrid, sedangkan
prosesnya hibridisasi.
Dari hasil percobaan yang diperolehnya, Mendel menyusun beberapa
hipotesis, yaitu :
a. #Setiap
sifat pada organisme dikendalikan oleh satu pasang faktor keturunan, satu dari
induk jantan dan satu induk betina.
b. #Setiap
pasang faktor keturunan menunjukkan bentuk alternative sesamanya, misalnya
tinggi atau rendah, bulat atau keriput, kuning atau hijau. Kedua bentuk
alternative ini disebut alel.
c. #Bila
pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tanaman, faktor dominasi
akan menutup faktor resesif.
P #Pada waktu pembentukan gamet, pasangan faktor
atau masing-masing alel akan memisah secara bebas.
e. #Individu murni
mempunyai alel sama, yaitu dominan saja atau resesif saja.
.
Hukum
Mendel I
Hukum Mendel I dikenal juga dengan Hukum
Segregasi menyatakan: ‘pada pembentukan gamet kedua gen yang merupakan pasangan
akan dipisahkan dalam dua sel anak’. Hukum ini berlaku untuk persilangan
monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda).
Secara garis besar, hukum ini mencakup tiga pokok:
a. Gen memiliki bentuk-bentuk alternatif yang
mengatur variasi pada karakter turunannya. Ini adalah konsep mengenai dua macam
alel; alel resisif (tidak selalu nampak dari luar, dinyatakan dengan huruf
kecil, misalnya w dalam gambar di sebelah), dan alel dominan (nampak dari luar,
dinyatakan dengan huruf besar, misalnya R).
b. Setiap individu membawa sepasang gen, satu dari
tetua jantan (misalnya ww dalam gambar di sebelah) dan satu dari tetua betina
(misalnya RR dalam gambar di bawah ini).
c. Jika sepasang gen ini merupakan dua
alel yang berbeda, alel dominan akan selalu terekspresikan (nampak secara
visual dari luar). Alel resesif yang tidak selalu terekspresikan, tetap akan
diwariskan pada gamet yang dibentuk pada turunannya.
Hukum Mendel II
Hukum Mendel 2 dikenal juga sebagai
Hukum Asortasi atau Hukum Berpasangan Secara Bebas. Menurut hukum
ini, setiap gen/sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain.
Meskipun demikian, gen untuk satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat
yang lain yang bukan termasuk alelnya.
Hukum Mendel 2 ini dapat dijelaskan melalui persilangan
dihibrida, yaitu persilangan dengan dua sifat beda, dengan dua alel berbeda.
Misalnya, bentuk biji (bulat+keriput) dan warna biji (kuning+hijau). Pada
persilangan antara tanaman biji bulat warna kuning dengan biji keriput warna
hijau diperoleh keturunan biji bulat warna kuning. Karena setiap gen dapat berpasangan
secara bebas maka hasil persilangan antara F1 diperoleh tanaman bulat kuning,
keriput kuning, bulat hijau dan keriput hijau.
Hukum Memdel 2 ini hanya berlaku untuk gen yang
letaknya berjauhan. Jika kedua gen itu letaknya berdekatan hukum ini tidak berlaku.
Hukum Mendel 2 ini juga tidak berlaku untuk persilangan monohibrid.
Perhatikan analisis papan catur di bawah ini tentang
persilangan buncis dengan dua sifat beda (dihibrida).
Buncis biji bulat warna kuning disilangkan dengan
biji keriput warna hijau. Keturunan pertama semuanya berbiji bulat warna
kuning.
Artinya, sifat bulat dominan terhadap sifat keriput
dan kuning dominan terhadap warna hijau. Persilangan antar F1 mengasilkan
keturunan kedua (F2) sebagai berikut: 315 tanaman bulat kuning, 101 tanaman
keriput kuning, 108 tanaman bulat hijau dan 32 keriput hijau. Jika
diperhatikan, perbandingan antara tanaman bulat kuning : keriput kuning : bulat
hijau : keriput hijau adalah mendekati 9:3:3:1.
P : BBKK (bulat, kuning) X bbkk (keriput, hijau)
F1 : BbKk (bulat, kuning)
F1XF1 : BbKk (bulat, kuning) X BbKk (bulat, kuning)
Gamet : BK, Bk, bK, bk BK, Bk, bK, bk
Gamet-gamet ini dapat berpasangan secara bebas
(Hukum Mendel 2) sehingga F2 dapat digambarkan sebagai berikut:
Gamet
|
BK
|
Bk
|
bK
|
bk
|
BK
|
BBKK
1 |
BBKk
2 |
BbKK
3 |
BbKk
4 |
Bk
|
BBKk
5 |
BBkk
6 |
BbKk
7 |
Bbkk
8 |
bK
|
BbKK
9 |
BbKk
10 |
bbKK
11
|
bbKk
12 |
bk
|
BbKk
13 |
Bbkk
14 |
bbKk
15 |
bbkk
16 |
Keterangan:
bulat kuning 1,2,3,4,5,7,9,10,13
keriput kuning 11,12,15
bulat hijau 6,8,14
keriput hijau 16
Tanaman bulat kuning jumlah 9.
Tanaman bulat hijau jumlah 3.
Tanaman keriput kuning jumlah 3.
Tanaman keriput hijau pada jumlah 1.
bulat kuning 1,2,3,4,5,7,9,10,13
keriput kuning 11,12,15
bulat hijau 6,8,14
keriput hijau 16
Tanaman bulat kuning jumlah 9.
Tanaman bulat hijau jumlah 3.
Tanaman keriput kuning jumlah 3.
Tanaman keriput hijau pada jumlah 1.
Jadi, perbandingan homozigot terdapat pada
kotak nomor 1,6,11 dan 16 sedangkan lainnya heterozigot.
Bastar
konstan atau individu baru terdapat pada kotak nomor 6 dan 11. Bastar
konstan adalah keturunan homozigot yang memiliki sifat baru (berbeda dengan
kedua induknya), sehingga dalam persilangan antar sesamanya tidak memisah,
konstan
Teori Pewarisan Sifat
Pewarisan
sifat atau yang dikenal dengan Hereditas merupakan suatu pewarisan sifat dari
induk kepada keturunannya. Ilmu yang mempelajari tentang pewarisan sifat
disebut dengan genetika. Pewarisan sifat itu dapat ditentukan oleh kromosom dan
gen. Teori-teori tentang pewarisan sifat adalah sebagai berikut :
1.
Teori Embryo
Teori ini dikemukanan oleh William
Harvey, 1578-1657 yang menyatakan, bahwa semua hewan berasal dari telur.
Pernyataan ini diperkuat oleh Reiner de Graaf (1641-1673) peneliti pertama yang
mengenal bersatunya sel sperma dengan sel telur yang akan membentuk embrio.
Reiner de Graaf menyatakan bahwa ovarium pada burung sama dengan ovarium pada
kelinci.
2.
Teori Preformasi
Teori ini dikemukakan oleh Jan
Swammerdan, 1637-1689 yang menyatakan bahwa telur mengandung semua generasi
yang akan dating sebagai miniature yang telah terbentuk sebelumnnya.
3. Teori Epigenesis Embriologi
Teori ini dikemukakan oleh C.F.
Wolf, 1738-1794, yang menyatakan bahwa ada kekuatan vital dalam benih
organiseme dengan kekuatan ini menyebabkan pertumbuhan embrio menurut pola
perkembangan sebelumnya.
4. Teori
Plasma Nutfah
Teori ini dikemukakan oleh J. B.
Lamarck, 1744-1829 yang menyatakan bahwa sifat yang terjadi karena rangsangan
dari luar (lingkungan) terhadap struktur fungsi organ yang diturunkan pada
generasi berikutnya.
5.
Teori Pengenesis
Teori ini dikemukakan oleh C. R.
Darwin, yang menyatakan bahwa setiap bagian tubuh dewasa menghasilkan benih-benih
kecil yang disebut gemuia.
6. Teori Telegani
Teori ini dikemukakan oleh Ernest
Haeckel, menyatakan bahwa spermatozoa sebagian besar tersusun atas inti dan
inti bertanggung jawab sebagai penurunan sifat.
Percobaan Mendel
1. Persilangan
Dua Individu dengan Satu Sifat Beda
a. Persilangan
Monohibrid Dominan Penuh
Persilangan dua individu dengan
satu sifat beda menurunkan sifat dominan apabila sifat keturunannya sama
dengan salah satu sifat induknya.
Perhatikan
contoh persilangan berikut. Contoh: Tanaman kacang ercis berbatang tinggi
disilangkan dengan kacang ercis berbatang pendek. F1 semuanya berbatang tinggi.
Kemudian F1 dibiarkan melakukan penyerbukan sendiri . Hasil yang diperoleh
yaitu F2 yang berbatang tinggi dan berbatang pendek dengan perbandingan 3 : 1.
Persilangan ini dapat dilihat dalam bagan berikut :
Parental 1 (P1)
|
Kacang ercis Batang
Tinggi
|
><
|
Kacang ercis Batang
Pendek
|
Genotipe
|
T T
|
><
|
t t
|
Fenotipe
|
Tinggi
|
Pendek
|
|
Gamet
|
T dan T
|
t dan t
|
|
Filial (F1)
|
T t
|
Fenotipe : Batang
Tinggi
|
|
Parental 2 (P2)
|
Kacang ercis Batang
Tinggi
|
><
|
Kacang ercis Batang
Tinggi
|
Genotipe
|
T t
|
T t
|
|
Gamet
|
T dan t
|
><
|
T dan t
|
Kemungkinan kombinasi
pada F2 adalah sebagai berikut :
Gamet
Gamet
|
T
|
t
|
T
|
TT
(Tinggi) .1
|
Tt (Tinggi) .2
|
T
|
Tt (Tinggi) .3
|
Tt
(pendek) .4
|
Pada persilangan ini , gen untuk faktor
Tinggi (T) dominan terhadap gen untuk faktor pendek (t). Maka Individu
bergenotipe Tt (no. 2 dan 3) akan memiliki fenotipe tinggi. Perbandingan
fenotipe F2 pada persilangan monohibrid dominan penuh adalah :
Tinggi
: Pendek = 3 : 1 . Perbandingan Genotipe nya adalah : TT : Tt : tt = 1 : 2 :
1
b. Persilangan
Monohibrid Intermediet
Persilangan ini tidak seperti salah
satu fenotip galur murni, tetapi mempunyai fenotipe diantara kedua induknya.
Perhatikan
contoh : Tanaman Antihinum majus galur Murni merah (MM) disilangkan dengan
galur murni putih (mm). Dari persilangan itu diperoleh hasil F1 yang semuanya
berbunga merah muda . Jika F1 ini ditanam dan diadakan penyerbukan
dengan sesamanya, maka F2 menghasilkan tanaman berbunga merah, merah muda, dan
putih dengan perbandingan : 1 : 2 : 1.
Persilangannya dapat dilihat
sebagai berikut :
P1
|
Tanaman berbunga merah
|
><
|
Tanaman
berbunga putih
|
Genotipe
|
MM
|
><
|
Mm
|
Gamet
|
M dan M
|
m
dan m
|
|
F1
|
Mm
|
Fenotipe : berbunga
merah muda
|
|
P2
|
Mm (merah muda)
|
><
|
Mm (merah muda)
|
Gamet
|
M dan m
|
><
|
M dan m
|
Kemungkinan terjadinya kombinasi pada F2 adalah
:
Gamet
Gamet
|
M
|
M
|
M
|
MM
(Merah)
1
|
Mm (merah
muda)
2
|
m
|
Mm (merah
muda)
3
|
Mm
(putih)
4
|
Perbandingan Fenotipe F2 pada persilangan monohibrid intermediet
adalah :
merah : merah muda : putih = 1 : 2 : 1. Perbandingan Genotipenya :
MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1
2.
Persilangan Dua Individu dengan Dua Sifat Beda (Dihibrid)
Persilangan
dua individu dengan dua sifat beda atau lebih menghasilkan keturunan dengan
perbandingan fenotipe dan genotipe tertentu. Mendel dalam percobaannya
menggunakan kacang ercis galur murni yang mempunyai biji bulat warna kuning
dengan galur murni yang mempunyai biji keriput warna hijau. Karena bulat dan
kuning dominan terhadap keriput dan hijau, maka F1 seluruhnya berupa kacang
ercis berbiji bulat dan warna biji kuning. Biji-biji F1 ini kemudian
ditanam kembali dan dilakukan penyerbukan sesamanya untuk memperoleh F2.
Keturunan kedua F2 yang diperoleh adalah sebagai berikut. Persilangan tersebut
adalah persilangan dua individu dengan dua sifat beda yaitu bentuk biji dan
warna biji.
B=bulat,
dominan terhadap keriput b=keriput,
K=kuning, dominan terhadap hijau k= hijau
Perhatikan bagan persilangan dua
individu dengan dua sifat beda (dihibrid) di bawah
P1
|
Kacang ercis berbiji
bulat warna kuning
|
><
|
Kacang ercis berbiji
keriput warna hijau
|
Genotipe
|
BBKK
|
><
|
Bbkk
|
Gamet
|
BK dan BK
|
><
|
bk dan bk
|
F1
|
BbKk
|
Fenotipe : berbiji
bulat warna kuning
|
|
P2
|
BbKk
|
><
|
BbKk
|
Gamet
|
BK,B k,bK,bk
|
><
|
BK,Bk,bK,bk
|
Kemungkinan terjadinya
kombinasi pada F2 adalah Sbb :
F2 :
|
Gamet
Gamet
|
BK
|
Bk
|
bK
|
Bk
|
||||
BK
|
BBKK
|
1
|
BBKk
|
2
|
BbKK
|
3
|
BbKk
|
4
|
|
Bk
|
BBKk
|
5
|
BBkk
|
6
|
BbKk
|
7
|
Bbkk
|
8
|
|
bK
|
BbKK
|
9
|
BbKk
|
10
|
bbKK
|
11
|
bbKk
|
12
|
|
Bk
|
BbKk
|
13
|
Bbkk
|
14
|
bbKk
|
15
|
Bbkk
|
16
|
|
Individu yang mengandung B memiliki biji bulat
dan individu yang mengandung K memiliki biji warna kuning,
Fenotipe pada F2 adalah :
1. bulat –
kuning = nomor : 1 , 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13
2. bulat –
hijau = nomor : 6, 18, 14
3. keripit –
kuing = nomor : 11, 12, 15
4. keriput –
hijau = nomor : 16
Perbandingan Fenotipe F2 adalah :
bulat – kuning : bulat –
hijau : keriput – kuning : keriput – hijau = 9 : 3 : 3 : 1
Kemungkinan macam
genotipe dan fenotipe pada dihibrid F2 :
Kemungkinan ke-
|
Kotak nomor
|
Genotipe
|
Fenotipe
|
1
|
1
|
BBKK
|
Bulat kuning
|
2
|
2, 5
|
BBKk
|
Bulat kuning
|
3
|
3, 9
|
BbKK
|
Bulat kuning
|
4
|
4,7, 10, 13
|
BbKk
|
Bulat kuning
|
5
|
6
|
BBkk
|
Bulat hijau
|
6
|
8, 14
|
Bbkk
|
Bulat hijau
|
7
|
11
|
bbKK
|
Keriput kuning
|
8
|
12, 15
|
bbKk
|
Keriput kuning
|
9
|
16
|
bbkk
|
Keriput hijau
|
Perbandingan Genotipe
nya :
BBKK : BBKk : BbKK :
BbKk : BBkk : Bbkk : bbKK : bbKk : bbkk
1 : 2 : 2 : 4 : 1 : 2 :
1 : 2 :1
Misalnya persilangan kacang ercis dengan tiga
sifat beda yaitu :Batang tinggi, biji bulat dan biji warna kuning, dengan
batang pendek, biji keriput, warna biji hijau. Keturunan F1 yang dihasilkan
adalah : Bagan persilangan Trihibrid
P1
|
TTKKBB
|
><
|
Ttkkbb
|
Fenotipe
|
Tinggi,kuning,bulat
|
><
|
Pendek,keriput,hijau
|
Genotipe
|
TKB
|
><
|
Tkb
|
F1
|
TtKkBb
|
||
Fenotipe :
Tinggi,kuning,bulat
|
|||
P2
|
TtKkBb
|
><
|
TtKkBb
|
Gamet
|
TKB,TKb,TkB,Tkb,tKB,tKb,
tkB,tkb
|
Hubungan sifat beda dan
jumlah kemungkinan fenotipe dan genotipe pada F2
Jumlah Sifat Beda
|
Jumlah Macam Gamet
|
Jumlah Macam Genotipe
F2
|
Jumlah Macam Fenotipe
F2
|
Perbandingan Fenotipe
F2
|
Jumlah Individu F2
|
1
|
21 = 2
|
3
|
2
|
3 : 1
|
4
|
2
|
22 = 4
|
9
|
4
|
9 : 3 : 3 : 1
|
16
|
3
|
23 = 8
|
27
|
8
|
27:9:9:9:3:3:3:1
|
64
|
N
|
2n
|
3n
|
2n
|
4n
|
Soal Dan Kunci Jawaban
1.
Alasan
Mendel memilih kacang ercis sebagai bahan percobaan berikut ini, kecuali?
a.
Memiliki
pasangan sifat beda yang mencolok
b.
Melakukan
penyerbukan sendiri
c.
Mudah
dilakukan penyerbukan silang
d.
Waktu
yang diperlukan untuk menghasilkan keturunan
cepat
e.
Mempunyai
keturunan lebih sedikit
2.
Hukum Mendel I dikenal
juga dengan Hukum Segregasi menyatakan: ‘pada pembentukan gamet kedua gen yang
merupakan pasangan akan dipisahkan dalam dua sel anak’. Hukum ini berlaku
untuk persilangan …
a.
Monohibrid
b.
Dihibrid
c.
Trihibrid
d.
Semua benar
e.
(a dan c ) benar
3.
Teori
ini dikemukanan oleh William Harvey, 1578-1657 yang menyatakan, bahwa semua
hewan berasal dari telur . Teori tersebut adalah …
a.
Teori
Epigenesis Embriologi
b.
Teori
Plasma Nutfah
c.
Teori Telegani
d.
Teori Embryo
e.
Teori
Preformasi
4.
Apa yang dimaksud dengan persilangan
Monohibrid Dominan penuh?
a.
Persilangan
satu individu dengan dua sifat beda menurunkan sifat dominan apabila sifat
keturunannya sama dengan salah satu sifat induknya.
b.
Persilangan
dua individu dengan satu sifat beda menurunkan sifat dominan apabila sifat
keturunannya sama dengan salah satu sifat induknya.
c.
Persilangan
ini tidak seperti salah satu fenotip galur murni, tetapi mempunyai fenotipe
diantara kedua induknya.
d.
Persilangan
dua individu dengan dua sifat beda atau lebih menghasilkan keturunan dengan
perbandingan fenotipe dan genotipe tertentu.
e.
Persilangan
tiga individu dengan dua sifat beda atau lebih menghasilkan keturunan dengan
perbandingan fenotipe dan genotipe tertentu.
a. Gen kretinisme dan albino berasal dari ibu
b. Gen kretinisme berasal dari ayah dan ibunya, gen albino berasal dari ibu
c. Gen kretinisme berasal dari ayah dan ibunya, sedangkan gen albino berasal dari ayahnya
d. Gen kretinisme dan albino berasal dari kedua orang tuanya yang bertindak sebagai carier
e. Gen kretinisme dan albino berasal dari ayah
6. Gen-gen yang
terapaut kromosom seks X dan baersifat resesif antara lain…
a. Buta warna
b. Buta warna dan Haemofilia
c. Muscular distropy dan haemofilia
d. Ichtyosis dan Buta warna
e. Muscular distropy dan Ichtyosis
7. Gen letal adalah yang dalam keadaan
homozigot menyebabkan kematian. Pernyataan yang tepat berhubungan dengan gen
letal dominan…
a. Terpaut padakromosom kelamin
b. Menyebabkan kematian postnatal
c. Hanya diperoleh dari ayahnya
d. Genotipe geterozigot berfenotip cacat
e. Genotipe homozigot berfenotip normal
8. Dalam tubuh dan sel kelamin terdapatautosom dan kromosom seks. Pada ovum manusia terdapat…
a. 22 autosom + X
b. 22 autosom + Y
c. 22 autosom + XX
d. 22 autosom + YY
e. 44 autosom + XX
a. Terpaut padakromosom kelamin
b. Menyebabkan kematian postnatal
c. Hanya diperoleh dari ayahnya
d. Genotipe geterozigot berfenotip cacat
e. Genotipe homozigot berfenotip normal
8. Dalam tubuh dan sel kelamin terdapatautosom dan kromosom seks. Pada ovum manusia terdapat…
a. 22 autosom + X
b. 22 autosom + Y
c. 22 autosom + XX
d. 22 autosom + YY
e. 44 autosom + XX
9.
Disilangkan gandum hitam (HhKk) dengan gandum kuning (hhKk). Berapa kemungkinan
dihasilkan gandum berfenotif putih?
a). 0 %
b. 12,5 %
c. 37,5 %
d. 25 %
e. 50 %
a). 0 %
b. 12,5 %
c. 37,5 %
d. 25 %
e. 50 %
10.
Gen letal adalah yang dalam keadaan homozigot menyebabkan kematian. Pernyataan
yang tepat berhubungan dengan gen letal dominan…
a. Terpaut padakromosom kelamin
b. Menyebabkan kematian postnatal
c. Hanya diperoleh dari ayahnya
d. Genotipe geterozigot berfenotip cacat
e. Genotipe homozigot berfenotip normal
a. Terpaut padakromosom kelamin
b. Menyebabkan kematian postnatal
c. Hanya diperoleh dari ayahnya
d. Genotipe geterozigot berfenotip cacat
e. Genotipe homozigot berfenotip normal
Kunci Jawaban
1.E
2.A
3.D
4.B
5.D
7.E
8.A
9.A
10.E
Rangkuman
Hukum pewarisan Mendel adalah hukum
mengenai pewarisan sifat pada organisme yang
dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya 'Percobaan mengenai Persilangan
Tanaman'. Hukum ini terdiri dari dua bagian:
1. Hukum
pemisahan (segregation) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Pertama
Mendel, Hukum segregasi bebas menyatakan bahwa pada pembentukangamet (sel kelamin), kedua gen induk (Parent) yang merupakan pasangan alel akan
memisah sehingga tiap-tiap gamet menerima satu gen dari induknya.
2. Hukum
berpasangan secara bebas (independent assortment) dari Mendel, juga dikenal
sebagai Hukum Kedua Mendel. Menurut hukum ini, setiap gen/sifat dapat
berpasangan secara bebas dengan gen/sifat lain. Meskipun demikian, gen untuk
satu sifat tidak berpengaruh pada gen untuk sifat yang lain yang bukan termasuk
alelnya.
Gregor Johann Mendel, inilah tokoh yang
lahir di Hyncice, Austria, yang berperan penting dalam ilmu Biologi, khususnya
tentang hereditas dan telah dikenal diseluruh dunia dengan Hukum Mendel nya.
Hukum Mendel merupakan hukum hereditas yang menjelaskan tentang prinsip-prinsip
penurunan sifat pada organisme. Sebelum menjadi suatu hukum, banyak ahli
biologi yang belum mengakui pendapat atau teori mendel tentang hereditas.
Daftar Pustaka
gan izin reblog mkasih artikelnya
BalasHapusIya sama.sama terimakasih juga sudah mampir dan mau comment diblog yg belum sempurna ini. Semoga bermanfaat 😊
BalasHapusPenyimpangan dari hasil mendel bagamana.
BalasHapus